Selasa, 03 Mei 2011

POTENSI KEBERAGAMAN YANG ADA DI MASYARAKAT SETEMPAT DALAM KAITANNYA DENGAN BUDAYA NASIONAL
BAB I PENDAHULUAN
Modul yang akan kalian pelajari akan mengantarkan kalian untuk mendeskripsikan potensi keberagaman budaya yang ada di msyarakat setempat dalam kaitannya dengan budaya nasional. Adapun ruang lingkup materi mencakup : faktor-faktor penyebab keberagaman budaya, manfaat keberagaman budaya, contoh-contoh budaya lokal di masyarakat setempat.
Modul ini berkaitan dengan modul lainnya yaitu berbagai alternatif penyelesaian masalah akibat adanya keberagaman budaya. Hasil belajar yang akan kalian capai setelah mempelajari modul ini diharapkan mampu :
1.      Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keberagaman budaya.
2.      Menganalisis manfaat keberagaman budaya.
3.      Mendeskripsikan contoh-contoh budaya lokal di masyarakat setempat.
Adapun manfaat yang akan kalian peroleh setelah menguasai kompetensi dasar dalam modul ini setelah kelak di dunia kerja adalah :
1.         Memahami akan keberagaman budaya dalam lingkungan kerja baik dalam cara hidup, sikap.
2.      Menghormati adanya keberagaman budaya di lingkungan pekerjaan
3.      Mematuhi budaya kerja
BAB II. PEMBELAJARAN
1.      Bagaiman Rencana Belajar Siswa?
Siswa diharapkan mampu membuat rencana belajar yang mencakup hal-hal berikut :
1. Jenis Kegiatan : Memahami dan menganalisis materi secara individu dan kelompok.
2. Jam : Disesuaikan kondisi jam pembelajran, sekitar 8 jam (4 x pertemuan)
3. Tempat Pencapaian : Disesuaikan kondisi di kelas dan di perpustakaan
1.      Apa Kegiatan Belajarnya
1.      Berdiskusi kelas tentang keberagaman budaya berdasarkan faktor-faktor penyebabnya.
2.      Berdiskusi kelas tentang manfaat keberagaman budaya
3.      Tugas individu tentang contoh-contoh budaya lokal sesuai kondisi masyarakat setempat.
TAMBAHAN BAB 7
1.      Keberagaman kebudayaan
Alinea 1.
Manusia dengan akalnya menciptakan kebudayaan untuk melindungi diri dan memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Melalui kebudayaan pula manusia memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan makan, pakaian, obat-obatan, perumahan dan kebutuhan lainnya.
Manusia sebagai makhluk sosial, dalam melakukan interaksi dengan individu lain atau dengan kelompok lain manusia mempergunakan budaya seperti bahasa, sopan santun dan adat istiadat tertentu sehingga tercipta tata pergaulan yang harmonis dan saling bekerja sama.
1.      kehidupan masyarakat …
2. Mengingat lingkungan alam dan sosial budaya manusia berbeda satu sama lain maka
TAMBAHAN MATERI MODUL 7
Contoh Budaya lokal di masyarakat

1.            Tradisi Dugderan di Kota Semarang
Tradisi dugderan ikut menyemarakkan datangnya bulan puasa khususnya di Kota Semarang. Dengan mengusung warak ngendhog sebagai ikonnya, yaitu binatang yang bentuknya menyerupai persilangan naga dan kuda yang dilengkapi dengan sebutir endhog (telur). Tak hanya itu saja, kerajinan kapal dan othok-othok selalu diidentikkan dengan tradisi ini. Semua barang tersebut tentu akan sulit dijumpai di hari-hari biasa. Selain di seputar Semarang, banyak pula pedagang yang berasal dari luar kota hanya untuk mengadu peruntungan. Diantaranya dari Brebes, Jepara, Sidoarjo, dan masih banyak lagi.
Sebagai warga Semarang, tentu merasa bangga karena mempunyai tradisi unik yang patut untuk dilestarikan.
1.      Kentrung
Tradisi Lisan
Kentrung merupakan salah satu jenis seni tutur atau tradisi lisan yang berkembang di wilayah di Jawa. Lazimnya, kentrung dimainkan seorang dalang, didukung peranti tabuh seperti kendang, rebana, ketipung, atau jidor. Pada zaman keemasannya, dekade 1970-1980-an, kentrung acap ditanggap untuk menyemarakkan hajatan pupak puser (puputan), selapanan bayi, mudhun lemah, atau khitanan. Namun belakangan, kentrung sebagai salah satu kekayaan budaya masyarakat tak pernah hilang. Hal itu amat bergantung pada ada atau tidak seniman yang melestarikan serta dukungan masyarakat penonton sebagai pemilik sah kesenian tersebut. “Dhasare niku pengin nguri-uri. Eman-eman menawi kentrung ical. Dados, nggih ngentrung sakgaduk-gaduk kula.”
1.                                 Tradisi Nyadran di Ngipik, Desa Mayungsari Kecamatan Bener Purworejo
Area lading dan persawahan di Dusun Ngipik, Desa Mayungsari, Kecamatan Bener, Purworejo kemarin tak seperti biasanya. Sepi dan lengang dengan semilir angin pagi yang menawarkan nafas kedamaian dari daerah di lereng perbukitan tersebut.
Di perempatan dekat balai desa, jalan konblok menuju makam tampak ramai orang. Sebagian besar kaum adam mengenakan pakaian muslim ala Indonesia lengkap dengan peci. Hanya sebagian kecil kaum hawa.
Satu sama lain saling berjabat tangan sembari basa-basi menanyakan kabar. Terutama bagi mereka yang baru pulang dari perantauan. Acara itu seakan menjadi ajang kangen-kangenan.
Sejurus kemudian, mereka turun ke area pemakaman yang memang letaknya di dataran bawah. Sebuah pusara besar sejenis makam berada di dalam sebuah gubug. Di bagian pinggir, lembaran-lembaran tikar telah disiapkan sebagai tempat duduk. Dan beberapa saat pusara tersebut telah dikelilingi oleh ratusan orang.
Itulah prosesi awal ritual nyadran yang sudah mentradisi di kalangan warga Dusun Ngipik. Kegiatan yang diyakini sakral dan berbalut dengan nilai-nilai magis-historis ini dilakukan secara rutin setiap tahun.
“Nyadran ini menjadi bukti rasa bakti kita kepada leluhur yang pertama kali membuka desa ini.” Pusara yang diziarahi itu diyakini sebagai makam leluhur warga desa setempat. Yakni Mbah Sodong Joyo. “Beliau yang pertama kali babat alas sehingga terbentuklah desa ini, “ katanya.
Dia tidak mengetahui persis kapan pusara itu mulai ada di makam tersebut. Hanya saja, berdasarkan hikayat yang diturunkan dari setiap generasi, pusara Mbah Sodong Joyo itu sudah ada sejak ratusan tahun.
“Dari kecil kami diajari orang tua kami agar setiap menjelang bulan puasa nyadran dulu satu dusun ke makam Mbah Sodong Joyo. Akhirnya terus berlangsung. Mbah Sodong Joyo hidup pada masa kerajaan Mataram.
“Entah misinya apa sampai tempat ini yang konon dulunya masih hutan. Kemudian dibuka dan dibangun sebuah desa bernama Mayungsari.
Mbah Sodong Joyo sebenarnya memiliki istri bernama Sodongan yang pusaranya berada di Borobudur, Magelang. Diungkapkan Suparno, dua pusara di Ngipik dan Borobudur diketahui memiliki hubungan baru sekitar 8 tahun yang lalu. “Ternyata suami istri, “ katanya.
Sudah menjadi tradisi kegiatan nyadran ini dilakukan pada hari Kamis kedua pada bulan Sya’ban.
Rangkuman
1.      Faktor-faktor penyebab keberagaman budaya adalah :
1.      kemajemukan suku bangsa ;
2.      lingkungan ; dan
3.      kontak dengan kebudayaan asing
2.      Setiap suku bangsa memiliki kebudayaan sendiri yang berbeda dengan suku bangsa lain.
3.      Kehidupan manusia dalam memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan hidup didukung oleh lingkungan sekitar yang meliputi :
1.      lingkungan alami
2.      lingkungan sosial ; dan
3.      lingkungan budaya
4.      Kontak dengan budaya asing terjadi melalui :
1.      perdagangan
2.      penyebaran agama
3.      peperangan
5.      Keberagaman budaya yang kita miliki merupakan kekayaan budaya dan kekayaan bersama bangsa yang tidak ternilai harganya.
6.      Menghargai kebudayaan masyarakat lain yang berbeda menjadi kewajiban setiap warga masyarakat.
7.      Contoh kebudayaan lokal di masyarakat setempat dapat berupa : tarian, lagu, rumah adat, tradisi, alat musik, kesenian, pahat, ukir, patung.
Ayo Mengerjakan Tugas!
Lakukan diskusi kelompok mengenai manfaat keberagaman budaya sebagai potensi memperkaya kebudayaan nasional.
Setelah selesai berdiskusi, buatlah laporan hasil diskusi dan presentasikan di depan kelas dengan bimbingan guru.
Lembar Kerja
Tugas Individu!
Buatlah karya tulis mengenai contoh-contoh budaya lokal yang ada di masyarakat sekitar tempat tinggal kalian.
MODUL 8
BERBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH AKIBAT ADANYA KEBERAGAMAN BUDAYA
BAB I PENDAHULUAN
  1.  
1.      Apa Yang Dipelajari?
Modul yang kalian pelajari ini akan mengantarkan kalian untuk mengidentifikasi berbagai alternatif penyelesaian masalah akibat adanya keberagaman budaya. Adapun ruang lingkup materi mencakup masalah-masalah yang muncul akibat keberagaman budaya; pentingnya integrasi nasional, peran masyarkat dalam menjaga keselarasan antar budaya peran pemerintah dalam menjaga keselarasan antar budaya.
Modul ini berkaitan dengan modul lainnya mengenai menunjukkan sikap toleransi dan empati sosial terhadap keberagaman budaya. Hasil belajar yang akan kalian capai setelah mempelajari modul ini diharapkan kalian akan mampu :
1.      Menjelaskan masalah-masalah yang muncul akibat adanya keberagaman budaya.
2.      Mendeskripsikan pentingnya integrasi nasional
3.      Mengidentifikasi peran pemerintah dalam menjaga keselarasan antar budaya
4.      Mengidentifikasi peran masyarakat dalam menjaga keselarasan antar budaya
Adapun manfaat yang akan kalian peroleh setelah menguasai kompetensi dasar dalam modul ini kelak di dunia industri.
1.      menyadari adanya keberagaman budaya yang dimiliki oleh para karyawan
2.      mampu menyelesaikan masalah-masalah yang muncul akibat keberagaman budaya
3.      mampu menjaga keselarasan antar budaya.
BAB II PEMBELAJARAN
1.      Bagaimana Rencana Belajar Siswa?
Siswa diharapkan mampu membuat rencana belajar yang mencakup hal-hal berikut ini :
1. Jenis Kegiatan : Memahami dan mengidentifikasi materi secara individu dan kelompok
2. Jam : Disesuaikan dengan kondisi jam pembelajaran, sekitar 8 jam (4 x pertemuan)
3. Tempat Pencapaian : Disesuaikan kondisi di kelas dan di perpustakaan.
1.      Apa Kegiatan Belajarnya?
1.      Berdiskusi tentang masalah-masalah yang muncul akibat keberagaman budaya.
2.      Menyimak informasi tentang pentingnya integrasi maksimal berdasarkan NKRI.
3.      Berdiskusi kelompok tentang peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keselarasan antar budaya.
Rangkuman
1.      Keberagaman budaya menimbulkan masalah seperti :
1.      Konflik
2.      Desintegrasi (disorganisasi)
3.      Reintegrasi
4.      Masalah hubungan dengan penduduk pendatang
5.      Kecemburuan sosial terhadap kelompok lain
6.      Perasaan primordial
7.      Perbedaan yang sangat mencolok
8.      Rasa fanatik yang luas dan tidak rasional dalam mengamalkan ajaran agama
9.      Perbedaan tabiat, sopan santun diantara bangsa Indonesia
1.            Alternatif pemecahan masalah yang ditimbulkan oleh keberagaman agama.
1.      mengendalikan agar konflik tidak berubah wujud menjadi kekerasan
2.      mengembangkan perasaan saling menghargai
3.      mengikis habis ciri stereotip etnik maupun sifat etnosentris.
4.      Mengembangkan sikap toleransi yang tinggi antar umat beragama
5.      Mengembangkan berbagai pola hubungan dalam masyarakat multikultural seperti :
1.            asimilasi
2.            self segregation
3.            integrasi
4.            pluralisme
2.                     Integrasi rasional bangsa Indonesia adalah hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai satu bangsa yakni bangsa Indonesia.
3.      Langkah-langkah menuju integrasi
1.      mengembangkan konsensus
2.      mengembangkan peran struktur masyarakat
3.      upaya pemerintah menciptakan integrasi
1.   Perwujudan integrasi nasional melalui :
2.      pakaian
3.      bahasa
4.      lambang dan identitas kebangsaan
5.      perilaku dan
6.      lembaga
1.         Dalam menjaga keselarasan antar budaya diperlukan peran masyarakat dari pemerintah.
Mari Mengerjakan Tugas!
Lakukan diskusi kelompok mengenai masalah-masalah yang muncul akibat keberagaman budaya.
Setelah kalian berdiskusi buatlah laporan hasil diskusi.
Lembar Kerja
Isilah kolom-kolom berikut ini!
No
Menjaga keselarasan antar budaya
Peran dalam menjaga keselarasan antar budaya
1
2
Masyarakat
Pemerintah
……………………………………………………
……………………………………………………
MODUL 9
SIKAP TOLERANSI DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP KEBERAGAMAN BUDAYA
BAB I PENDAHULUAN
Modul ini akan mengantarkan kalian untuk menunjukkan sikap toleransi dan empati sosial terhadap keberagaman budaya. Adapun ruang lingkup materi mencakup : menghargai budaya orang lain dan menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Hasil belajar yang akan kalian capai setelah mempelajari modul ini diharapkan mampu :
1.      menunjukkan dalam sikap sehari-hari tentang menghargai budaya orang lain.
2.      menunjukkan beberapa sikap kritis yang harus dikembangkan dalam masyarakat multikultural
3.      memberi contoh sikap-sikap menghargai kebudayaan orang lain yang berbeda
4.      menunjukkan dalam kehidupan sehari-hari menjaga dan melestarikan budaya lokal
Adapun manfaat yang akan kalian peroleh setelah menguasai kompetensi dasar ini kelak di dunia industri adalah :
1.      mampu bersikap menghargai kebudayaan orang lain di lingkungan kerja
2.      mampu menjaga budaya organisasi di tempat kerja
  1.  
BAB II PEMBELAJARAN
1.      Bagaimana Rencana Belajar Siswa?
Siswa diharapkan mampu membuat rencana belajar yang mencakup hal-hal berikut ini :
1. Jenis Kegiatan : memahami dan menganalisis materi secara individu
2. Jam : disesuaikan kondisi jam pembelajaran sekitar 6 jam (6 x pertemuan)
3. Tempat pencapaian : disesuaikan kondisi kelas
1.      Apa Kegiatan Belajarnya?
1.      Simulasi tentang sikap menghargai budaya orang lain
2.      Bermain peran tentang menjaga dan melestarikan budaya lokal
RANGKUMAN
1.      Bangsa Indonesia memiliki keberagaman budaya yang merupakan potensi dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
2.      Dalam kehidupan masyarakat multikultural menghargai budaya orang lain yang berbeda adalah kewajiban setiap warga masyarakat.
3.      Sikap toleransi dan empati sosial setiap anggota masyarakat sangat penting dalam masyarakat multikultural.
4.      Toleransi sosial adalah sikap yang menghargai perbedaan-perbedaan sosial yang terdapat dalam masyarakat.
5.      Empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasikan dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
6.      Dalam mengembangkan sikap saling memahami dan saling menghargai antar individu atau kelompok yang beranekaragam dengan mengedepankan komunikasi dan dialogis yang bersifat antar individu dan kelompok tersebut.
7.      Kebudayaan nasional diambil dari puncak-puncak prestasi budaya daerah (lokal) sehingga budaya lokal perlu dijaga, dipelihara dan dilestarikan sehingga dapat memperkuat dan memperkaya keberagaman budaya bangsa.
Ayo Mengerjakan Tugas
Lakukan diskusi bersama dalam kelompok “Sikap-sikap apakah yang kita perlukan dalam menyikapi masyarakat Indonesia yang multikultural?”
Setelah selesai berdiskusi, buatlah pelaporan hasil diskusi dan presentasikan di depan kelas dengan bimbingan guru!
Lembar Kerja
Isilah kolom-kolom berikut ini.
No
Sikap
Contoh dalam kehidupan
1
2
3
Toleransi sosial
Empati sosial
Cinta tanah air
………………………………………………..
………………………………………………..
………………………………………………..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar